Jumat, 11 Januari 2019
bongkar pasang komputer
a) Prosedur membongkar komputer
Termasuk power supply· Lepaskan kabel-kabel IDE Floppy Disk, kabel data SATA dan CD-Room (perangkat optik) dari casing.· Lepaskan kabel-kabel front panel dari motherboard.· Lepaskan VGA (Video Graphic Adapter), soud card yang terpasang pada motherboard, serta peripheral lain.· Lepaskan modul RAM (Random Acsess Memory) dari slot motherboard.· Buka baut-baut motherboard dengan obeng plus (+). Lalu lepaskan. Angkat, keluarkan dari casing komputer. · Lepaskan kipas prosesor dari motherboard.· Lepaskan prosesor dari motherboard.b) Prosedur memasang komputer
Sesuaikan posisi memory dengan posisi slot di motherboard ( jangan hawatir terbalik, karena jika terbalik memory tidak dapat masuk karena posisi tidak sesuai, jadi kalau tidak sesuai tinggal dibalik ).· Tekan dengan perlahan dan secara otomatis pengunci slot yang tadi akan mengunci kembali.b. Pemasangan Pendingin
.6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.c. Pemasangan drive
Front Panel Audio
E. Materi Ajar Tempat dan Keselamatan Kerja
E. Materi Ajar
Tempat dan Keselamatan Kerja
• Prinsip keselamatan dan keamanan kerja
• Pengenalan tempat kerja
o Peralatan keselamatan kerja
o prosedur bongkar pasang komputer
Tempat dan Keselamatan Kerja
• Prinsip keselamatan dan keamanan kerja
• Pengenalan tempat kerja
o Peralatan keselamatan kerja
o prosedur bongkar pasang komputer
D. Tujuan Pembelajaran Siswa Mampu
D. Tujuan Pembelajaran
Siswa Mampu :
a. Dapat menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
b. Dapat mendefinisikan tujuan keamanan, keselamatan dan kesehetan kerja
c. Dapat menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
d. Dapat memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
e. Memilih software secara teliti
f. Menjelaskan jenis-jenis software
g. Menjelaskan teknis dan metode instalasi aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja system
h. Mengidentifikasi-kan jenis-jenis software aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja sistem (misal : aplikasi ghost, partition magic, anti virus, office, grafis, multimedia, kompresi dan lain-lain)
Siswa Mampu :
a. Dapat menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
b. Dapat mendefinisikan tujuan keamanan, keselamatan dan kesehetan kerja
c. Dapat menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
d. Dapat memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
e. Memilih software secara teliti
f. Menjelaskan jenis-jenis software
g. Menjelaskan teknis dan metode instalasi aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja system
h. Mengidentifikasi-kan jenis-jenis software aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan kinerja sistem (misal : aplikasi ghost, partition magic, anti virus, office, grafis, multimedia, kompresi dan lain-lain)
C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Berperilaku/menunjukkan perilaku ilmiah yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab,ramah lingkungan, dan bekerjasama dalam melaksanakan praktek Menginstalasi PC dan Periferal
2. Menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
3. Mengidentifikasi tujuan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
4. Menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
5. Memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
6. Paket instalasi sistem operasi yang legal disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya).
7. Installation Manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahami
8. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation Manual
9. Media paket instalasi sistem operasi dipasang dan siap diakses.
10. Log-sheet/report-sheet telah disiapkan
1. Berperilaku/menunjukkan perilaku ilmiah yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab,ramah lingkungan, dan bekerjasama dalam melaksanakan praktek Menginstalasi PC dan Periferal
2. Menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
3. Mengidentifikasi tujuan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
4. Menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
5. Memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
6. Paket instalasi sistem operasi yang legal disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya).
7. Installation Manual sistem operasi sudah disediakan dan dipahami
8. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation Manual
9. Media paket instalasi sistem operasi dipasang dan siap diakses.
10. Log-sheet/report-sheet telah disiapkan
2.3 memahami Kesehatan dan keselamatan kerja
(2.3) Memahami tempat dan keselamatan kerja
Pengertian Umum Dan Tujuan Keselamatan Kerja. Penerapan Keselamatan Kerja pada suatu kegiatan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh pelaku Kegiatan Guna melindungi keamanan Para Pekerja.
Pengertian Keselamatan Kerja Yang dikutip dari beberapa sumber adalah :
- Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa (Suma’mur, 1996).
- Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaannya.
- Keselamatan Kerja Adalah Segala upaya untuk mengurangi Kemungkinan Terjadinya kecelakaan saat melakukan pekerjaan.
- Keselamatan Kerja adalah Tindakan aktif setiap orang untuk menjaga keselamatan dirinya dari hal-hal yang tidak diiginkan.
- Keselamatan kerja adalah system perlindungan diri terhadap segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kecelakaan
- Keselamatan Kerja adalah tindakan preventif terhadap kecelakaan yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab diri saat bekerja
Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah :
- Melindungi keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktifitas nasional.
- Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
- Sumber produksi terpelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 :
- Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
- Mencegah, mengurangi dan memadamkan bahaya kebakaran
- Mencegah dan mengurangi bahaya-bahaya peledakan
Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1997 tentang perlindungan atas keselamatan karyawan dijamin pada pasal 108 yaitu:
- Keselamatan dan kesehatan kerja
- Moral dan kesusilaan
- Pelaksanaan yang sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia serta nilai-nilai agama.
.
- Pengertian Umum Dan Tujuan Keselamatan Kerja. Penerapan Keselamatan Kerja pada suatu kegiatan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh pelaku Kegiatan Guna melindungi keamanan Para Pekerja.
Pengertian Keselamatan Kerja Yang dikutip dari beberapa sumber adalah :- Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa (Suma’mur, 1996).
- Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaannya.
- Keselamatan Kerja Adalah Segala upaya untuk mengurangi Kemungkinan Terjadinya kecelakaan saat melakukan pekerjaan.
- Keselamatan Kerja adalah Tindakan aktif setiap orang untuk menjaga keselamatan dirinya dari hal-hal yang tidak diiginkan.
- Keselamatan kerja adalah system perlindungan diri terhadap segala kemungkinan yang dapat menyebabkan kecelakaan
- Keselamatan Kerja adalah tindakan preventif terhadap kecelakaan yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab diri saat bekerja
Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah :- Melindungi keselamatan pekerja dalam melakukan pekerjaannya untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktifitas nasional.
- Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
- Sumber produksi terpelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 :- Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
- Mencegah, mengurangi dan memadamkan bahaya kebakaran
- Mencegah dan mengurangi bahaya-bahaya peledakan
Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1997 tentang perlindungan atas keselamatan karyawan dijamin pada pasal 108 yaitu:- Keselamatan dan kesehatan kerja
- Moral dan kesusilaan
- Pelaksanaan yang sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia serta nilai-nilai agama.
.
Related Posts:
-
Jenis-jenis casing komputer (3.5)Casing komputer adalah rumah atau wadah bagi hardware (perangkat keras) komputer seperti motherboard, processor, video … Read More
Memahami tempat dan keselamatan kerja (3.7)Pengertian Umum Dan Tujuan Keselamatan Kerja. Penerapan Keselamatan Kerja pada suatu kegiatan merupakan suatu kew… Read More
Peta Tata Letak Komponen Komputer (3.4)Motherboard Motherboard adalah saraf pusat (otak) dalam sistem komputer. Motherboard juga dapat dideskripsi… Read More
Perangkat Proses dan Media Penyimpan (3.3)Komponen Perangkat Proses 1. CPU atau Prosesor Komputer tidak akan dapat bekerja tanpa adanya CPU, CPU … Read More
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam perakitan komputer (3.6)a. Alat- alat yang diperlukan dalam perakitan komputer No Nama Alat Keterangan Gambar 1 Obeng Plus (… Read More
Jenis-jenis casing komputer (3.5)Casing komputer adalah rumah atau wadah bagi hardware (perangkat keras) komputer seperti motherboard, processor, video … Read More
Memahami tempat dan keselamatan kerja (3.7)Pengertian Umum Dan Tujuan Keselamatan Kerja. Penerapan Keselamatan Kerja pada suatu kegiatan merupakan suatu kew… Read More
Peta Tata Letak Komponen Komputer (3.4)Motherboard Motherboard adalah saraf pusat (otak) dalam sistem komputer. Motherboard juga dapat dideskripsi… Read More
Perangkat Proses dan Media Penyimpan (3.3)Komponen Perangkat Proses 1. CPU atau Prosesor Komputer tidak akan dapat bekerja tanpa adanya CPU, CPU … Read More
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam perakitan komputer (3.6)a. Alat- alat yang diperlukan dalam perakitan komputer No Nama Alat Keterangan Gambar 1 Obeng Plus (… Read More
b. Pengenalan Tempat Kerja
-
a) Persyaratan Teknis Ruang
1. Terjaminnya nilai temperatur ruang.
2. Terjaminnya nilai kelembaban ruang.
3. Bebas debu.
4. Bebas pengaruh medan magnet dan listrik.
5. Bebas getaran.
6. Bebas asap.
7. Bebas dari gas-gas tertentu
8. Bebas zat kimia.
9. Terjaminnya nilai pencahayaan.
10. Akustik ruang.
b) Pencahayaan Ruangan
Pencahayaan ruang komputer harus memungkinkan orang bekerja dengan enak dan mata tidak mudah lelah. Pekerjaan dengan tingkat ketelitian dan kecermatan seperti di ruang komputer dibutuhkan intensitas nilai pencahayaan 40 sampai dengan 80 foot candles, pada bidang 30 inci dari lantai. Untuk daerah penempatan Visual display units, intensitan nilai pencahayaan sebaiknya tidak lebih dari 50 foot candles, sedangkan penempatan konsole dan panel kontrol harus dihindarkan dari sinar matahari langsung.
c) Tata Letak Ruang Komputer
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dutentukan, ruang komputer sebaiknya memenuhi :
1. Pemilihan material untuk pembuatan ruang dianjurkan memenuhi ketentuan ketahanan terhadap api, berdasarkan standar NEPA.
2. Dinding dan plafon mampu menyerap suara yang ditimbulkan dalam ruang, dan menahan suara serta panas dari luar ruangan.
3. Jauh dari daerah atau vents pelepas panas dan asap.
4. Jauh dari daerah kegiatan mesin pres atau sejenisnya yang menimbulkan sumber getar.
5. Tidak langsung dibawah lantai yang banyak tandon air atau kegiatan yang menggunakan banyak air.
6. Tidak terletak di bawah lantai yang airnya tidak bisa dikontrol dengan baik.
7. Jauh dari pusat pembangkit medan listrik dan medan magnet, seperti gardu induk, gardu transformator, saklar pemutus beban listrik besar, saluran listrik berdaya besar dengan kawat telanjang, motor-motor listrik.
8. Jauh dari daerah untuk kegiatan proses kimia, seperti pembuatan printed dengan proses etching.
9. Jauh proses material yang menimbulkan debu atau asap. Disamping itu, sebagai bagian dari Instalansi Komputer, ruang komputer dalam pengaturannya harus menunjukkan kesatuan dengan ruang-ruang lain, seperti: Ruang petugas perawat tekhnis. Ruang penyimpan pita dan cakram magnetis. Ruang penyiapan data. Kantor bagian pemrograman (Programmer Office). Hal lain yang perlu dipikirkan dan direalisasi dalam memilih ruang komputer adalah letaknya harus sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang berkepentingan dan erat kaitannya dengan pemrosesan data yang dapat dan mudah mencapai ruang komputer.
a) Persyaratan Teknis Ruang1. Terjaminnya nilai temperatur ruang.2. Terjaminnya nilai kelembaban ruang.3. Bebas debu.4. Bebas pengaruh medan magnet dan listrik.5. Bebas getaran.6. Bebas asap.7. Bebas dari gas-gas tertentu8. Bebas zat kimia.9. Terjaminnya nilai pencahayaan.10. Akustik ruang.b) Pencahayaan RuanganPencahayaan ruang komputer harus memungkinkan orang bekerja dengan enak dan mata tidak mudah lelah. Pekerjaan dengan tingkat ketelitian dan kecermatan seperti di ruang komputer dibutuhkan intensitas nilai pencahayaan 40 sampai dengan 80 foot candles, pada bidang 30 inci dari lantai. Untuk daerah penempatan Visual display units, intensitan nilai pencahayaan sebaiknya tidak lebih dari 50 foot candles, sedangkan penempatan konsole dan panel kontrol harus dihindarkan dari sinar matahari langsung.c) Tata Letak Ruang KomputerBerdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dutentukan, ruang komputer sebaiknya memenuhi :1. Pemilihan material untuk pembuatan ruang dianjurkan memenuhi ketentuan ketahanan terhadap api, berdasarkan standar NEPA.2. Dinding dan plafon mampu menyerap suara yang ditimbulkan dalam ruang, dan menahan suara serta panas dari luar ruangan.3. Jauh dari daerah atau vents pelepas panas dan asap.4. Jauh dari daerah kegiatan mesin pres atau sejenisnya yang menimbulkan sumber getar.5. Tidak langsung dibawah lantai yang banyak tandon air atau kegiatan yang menggunakan banyak air.6. Tidak terletak di bawah lantai yang airnya tidak bisa dikontrol dengan baik.7. Jauh dari pusat pembangkit medan listrik dan medan magnet, seperti gardu induk, gardu transformator, saklar pemutus beban listrik besar, saluran listrik berdaya besar dengan kawat telanjang, motor-motor listrik.8. Jauh dari daerah untuk kegiatan proses kimia, seperti pembuatan printed dengan proses etching.9. Jauh proses material yang menimbulkan debu atau asap. Disamping itu, sebagai bagian dari Instalansi Komputer, ruang komputer dalam pengaturannya harus menunjukkan kesatuan dengan ruang-ruang lain, seperti: Ruang petugas perawat tekhnis. Ruang penyimpan pita dan cakram magnetis. Ruang penyiapan data. Kantor bagian pemrograman (Programmer Office). Hal lain yang perlu dipikirkan dan direalisasi dalam memilih ruang komputer adalah letaknya harus sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang berkepentingan dan erat kaitannya dengan pemrosesan data yang dapat dan mudah mencapai ruang komputer.
a. Prinsip Keamanan Dan Keselamatan Kerja
-
Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan arus pendek dan dapat merusak hasil rakitannya.
2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power dihidupkan atau dengan memakai gelang anti statis tanpa harus pegang casing.
3. Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.
4. Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.
5. Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.
- Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :1. Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan arus pendek dan dapat merusak hasil rakitannya.2. Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power dihidupkan atau dengan memakai gelang anti statis tanpa harus pegang casing.3. Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.4. Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.5. Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.
2.4 menyajikan hasil tempat dan keselamatan kerja
K3 : KESELAMATAN dan KESEHATAN KERJA

K3 merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Untuk lebih memahami tentang K3 berikut ini kita akan membahas pengertian, maksud dan tujuan dari K3 (di rangkum dari berbagai sumber).
Pengertian K3
- Pengertian secara Filosofis
K3 merupakan suatu pemikiran atau upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur.
- Pengertian secara Keilmuan
Dalam ilmu pengetahuan dan penerapannya, K3 adalah usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
- Pengertian secara OHSAS 18001:2007 (Occupational Health and Safety Assessment Series)
K3 adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja dari tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
Tujuan K3
K3 bertujuan untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan dengan memelihara dan melindungi kesehatan, keamanan dan keselamatan tenaga kerja sehingga dapat mencegah atau mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, dan pada akhirnya dapat meningkatkan sistem efisiensi dan produktivitas kerja.
Sasaran K3
- Menjamin keselamatan pekerja dan orang lain
- Menjamin keamanan peralatan yang digunakan
- Menjamin proses produksi yang aman dan lancar
Norma K3
Norma yang harus dipahami dalam K3:
- Aturan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja
- Diterapkan untuk melindungi tenaga kerja
- Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Dasar Hukum K3
K3 ditentukan berdasarkan Undang-Undang dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja:
- UU No.1 tahun 1970
- UU No.21 tahun 2003
- UU No.13 tahun 2003
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.PER-5/MEN/1996
Jenis Bahaya Dalam K3
- Bahaya Jenis Kimia
Bahaya akibat terhirupnya atau terjadinya kontak antara manusia dengan bahan kimia berbahaya. Contoh jenis kimia: abu sisa pembakaran bahan kimia, uap bahan kimia dan gas bahan kimia.
- Bahaya Jenis Fisika
- Bahaya akibat suatu temperatur udara yang terlalu panas maupun terlalu dingin serta keadaan udara yang tidak normal yang menyebabkan terjadinya perubahan atau mengalami suhu tubuh yang tidak normal.
- Bahaya akibat keadaan yang sangat bising yang menyebabkan terjadi kerusakan pendengaran.
- Bahaya Jenis Proyek/Pekerjaan
- Bahaya akibat pencahayaan atau penerangan yang kurang menyebabkan kerusakan penglihatan.
- Bahaya dari pengangkutan barang serta penggunaan peralatan yang kurang lengkap dan aman yang mengakibatkan cedera pada pekerja dan orang lain.
Istilah Bahaya dalam Lingkungan Kerja
- Hazard adalah suatu keadaan yang memungkinkan / dapat menimbulkan kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghambat kemampuan pekerja yang ada
- Danger adalah tingkat bahaya akan suatu kondisi yang sudah menunjukkan peluang bahaya sehingga mengakibatkan suatu tindakan pencegahan.
- Risk adalah prediksi tingkat keparahan bila terjadi bahaya dalam siklus tertentu.
- Incident adalah munculnya kejadian bahaya yang dapat atau telah mengadakan kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas normal.
- Accident adalah kejadian bahaya yang disertai adanya korban dan/atau kerugian baik manusian maupun benda.
Standar Keselamatan Kerja
Standar keselamatan kerja merupakan pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja seperti:
- Perlindungan badan yang meliputi seluruh badan
- Perlindungan mesin
- Pengamanan listrik yang harus dicek secara berkala
- Pengamanan ruangan, meliputi sistem alarm, alat pemadam kebakaran, penerangan yang cukup, ventilasi yang baik dan jalur evakuasi khusus yang memadai
Alat Pelindung Diri (APD)
APD merupakan perlengkapan wajib yang digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang disekitarnya. Alat pelindung diri meliputi:

- Alat Pelindung Kepala
- Safety Helmet atau helm pelindung untuk melindungi kepala dari benda-benda yang dapat melukai kepala.
- Safety Goggles atau kacamata pengamanan untuk melindungi mata dari paparan partikel yang melayang di udara, percikan benda kecil, benda panas ataupun uap panas.
- Hearing Protection atau penutup telinga untuk melindungi dari kebisingan ataupun tekanan.
- Safety Mask atau masker yang berfungsi sebagai alat pelindung pernafasan saat berada di area yang kualitas udaranya tidak baik.
- Face Shield atau pelindung wajah untuk melindungi wajah dari paparan bahan kimia, percikan benda kecil, benda panas ataupun uap panas, benturan atau pukulan benda keras dan tajam.
- Alat Pelindung Tubuh
- Apron atau celemek untuk melindungi tubuh dari percikan bahan kimia dan suhu panas.
- Safety Vest atau rompi keselamatan kerja yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kontak atau kecelakaan.
- Safety Clothing atau alat pelindung tubuh untuk melindungi dari hal-hal yang membahayakan saat bekerja, mengurangi resiko terluka dan juga digunakan sebagai identitas pekerja.
- Alat Pelindung Anggota Tubuh
- Safety Gloves atau sarung tangan yang berfungsi melindungi jari-jari dan tangan dari api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, bahan kimia, arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan, dan goresan benda tajam.
- Safety Belt atau sabuk pengaman yang dipakai saat menggunakan alat transportasi serta untuk membatasi ruang gerak pekerja agar tidak terjatuh.
- Safety Boot/Shoes adalah sepatu boot atau sepatu pelindung untuk melindungi kaki dari benturan, tertimpa benda berat, tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap panas, bahan kimia berbahaya ataupun permukaan licin.
Langganan:
Postingan (Atom)
10 Jenis Masalah Yang Sering Terjadi Pada Komputer beserta Solusi Mengatasinyanya
10 Jenis Masalah Yang Sering Terjadi Pada Komputer beserta Solusi Mengatasinyanya 1. Keyboard tidak terdeteksi oleh PC Penyeb...
-
4.9 melakukan perbaikan pada perangkat keras Cara Perbaikan Hardware komputer Secara Umum Kerusakan pada Hardware ...
-
Menganalisis cara kerja komunikasi video dan komunikasi audio video Komunikasi Video adalah sebuah alat komunikasi yang dapat ditan...
-
Komunikasi Data | Materi 1 Keragaman Komunikasi August 8, 2017 ~ zaenudinudin83 Audio dalam sistem komunikasi bercirikan video, s...
